Tagged: kopi Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • adimin 12:43 on August 14, 2013 Permalink | Reply
    Tags: kopi   

    Ngopi Sedap Tanpa Haram 

    Tulisan di bawah disalin dari milis halal-baik-enak bulan oktober tahun 2012

    http://groups.yahoo.com/group/Halal-Baik-Enak/message/16761

     

    Ngopi Sedap tanpa Haram

    Cermati sebelum menyeruput minuman kopi. Banyak kemungkinan untuk jadi haram.

     

    ‘’Saya nggak ngopi lagi,’’ kata DR Ahmad Sumargono, saat ditawari minuman kopi dalam silaturahim dengan pengurus LAZIS Dewan Da’wah pada malam tahun baru lalu. ‘’Tapi bolehlah kalau yang encer,’’ ralat tokoh aktivis itu tersenyum.

    Ya, siapa tak tergoda minum kopi. Bahkan sebagian orang, pria maupun wanita, sampai kecanduan ngopi. Utamanya mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan aktivitas seabreg. Kandungan kafein kopi, membuat seduhan ini mendatangkan efek segar bagi peminumnya. Badan jadi terasa lebih fresh, mata pun terjaga dibuatnya.

    Tak heran, tersedia beragam kopi di pasaran. Dari yang kelas home industry, hingga keluaran pabrikan modern.

    Banyak pilihan kopi. Masalahnya, mana yang halal? Tentu saja yang sudah bersertifikat halal MUI dan terdaftar di Badan POM Depkes. Sebab kalau tidak, sulit bagi konsumen untuk memastikan sendiri status kehalalan kopi.

     

    Kopi Murni

    Ini jenis kopi tradisional, yang akrab disebut kopi tubruk. Ia diolah dari biji kopi yang disangrai dan dihaluskan. Hasilnya berupa bubuk kopi, yang diseduh dengan ampasnya untuk dihidangkan.

    Kopi murni yang terbuat dari 100 persen biji kopi, tak perlu diragukan kehalalannya karena saam sekali tak menggunakan bahan tambahan dalam proses produksinya.

    Untuk memenuhi selera konsumen yang tak mau bibirnya belepotan ampas kopi saat ngopi, pabrikan melanjutkan proses pengolahan dengan mengekstrak bubuk kopi dengan air. Melalui teknik pengeringan tertentu, dihasilkanlah kopi murni instan. Sifatnya lebih mudah larut, dan tidak menghasilkan ampas hitam.

    Kopi murni yang terkenal misalnya Kopi Robusta dan Arabica. Alhamdulillah, Indonesia memiliki sejumlah jenis kopi tradisional yang legendaris seperti Kopi Lampung dan Kopi Toraja.

     

    Kopi Luwak

    Salah satu kopi murni terbaik di dunia yang kita miliki adalah Kopi Luwak. Ia diolah dari biji kopi yang diambil dari feces (kotoran) luwak atau musang kelapa. Konon, setelah dimakan dan dan melewati saluran pencernaan luwak, biji kopi tersebut istimewa cita rasanya ketika dijadikan minuman.

    Kopi Luwak sudah lama masyhur di kawasan Asia Tenggara. Pamornya mendunia setelah dipublikasikan pada tahun 1980-an. Bahkan harganya melejit hingga mencapai lebih 200 dolar Amerika per kilonya. Kopi Luwak pun jadi kopi termahal seantero jagat.

    Lantaran dikorek-korek dari kotoran luwak, biji Kopi Luwak sempat dipertanyakan kehalalannya.

    Melalui fatwa nomor 4 tanggal 20 Juli 2010, MUI menyatakan bahwa Kopi Luwak halal dikonsumsi umat Islam. Syaratnya, biji kopi tersebut harus dicuci atau disterilkan dulu dari najis kotoran luwak.

     

    Kopi Berperasa

    Lantaran terbatas, kopi murni tentu mahal harganya. Untuk mengakali agar produksinya lancar dan harga jualnya terjangkau konsumen, produsen kopi biasanya mencampur kopi dengan bahan lain dalam proses penyangraian. Biji jagung adalah bahan pencampur yang umum digunakan.

    Tentu saja, campuran itu membuat taste dan aroma kopi berkurang. Namun, produsen tak kurang akal. Ditambahkanlah bahan penambah rasa dan aroma (flavor) kopi untuk memperbaiki kualitas produknya.

    Itu dia masalahnya. Penggunaan flavor (perisa) bisa jadi malah membuat kopi yang dihasilkan haram diminum bagi umat Islam. Sebab, flavor kopi dapat terdiri dari puluhan bahkan ratusan bahan penyusun yang rawan kehalalannya.

    Menurut auditor LPPOM MUI, DR Anton Apriyantono, titik kritis perisa meliputi: 1) pelarut yang digunakan, yang bisa menggunakan etanol dan gliserol, 2) bahan dasar pembuatannya, 3) asal bahan dasar yang digunakan.

     

    Coffee Mix

    Salah satu varian kopi adalah kopi campuran atau coffee mix. Campuran paling sederhana adalah kopi (bubuk atau instan) dengan gula, yang sering dilabeli sebagai ‘’kopi duo’’ atau ‘’kopi 2 in 1’’.

    Bentuk campuran yang lebih kompleks adalah penambahan susu, krimer, atau bahan minuman lain seperti jahe dan ginseng, serta penambahan berbagai jenis flavor selain kopi. Bahan-bahan campuran inilah yang menjadikan coffee mix harus diwaspadai status kehalalannya.

    Non-dairy creamer adalah krimmer yang paling umum digunakan sebagai bahan campuran kopi. Auditor LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) MUI, Ir Muti Arintawati MSi, menjelaskan, bahan ini merupakan krimer yang tidak terbuat dari susu. Komponen penyusun utamanya terdiri dari tepung sirup jagung, minyak nabati dan kaseinat dengan bahan tambahan berupa bahan pengemulsi, anti kempal, dan bahan pewarna.

    ‘’Tepung sirup jagung dan minyak nabati berasal dari tumbuhan yang halal. Kaseinat juga berasal dari komponen susu yang jelas kehalalannya. Tapi, cara pengolahan masing-masing bahan tersebut bisa dicemari bahan-bahan penolong yang tidak halal,’’ papar Muti.

    Selain itu, Muti menambahkan, bahan pengemulsi yang digunakan dalam proses pembuatan kopi campuran juga perlu dikritisi. Sebab, ia bisa merupakan turunan bahan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Nah, hewan apa dan bagaimana menyembelihnya, itu yang jadi masalah.

    Bahan anti-kempal yang digunakan dalam pembuatan kopi campuran merupakan bahan sintetik kimia. Sedang pewarnanya bisa menggunakan bahan alami ataupun sintetik. Meski dari tumbuhan, bahan pewarna alami perlu dipertanyakan bahan pengekstrak ataupun pencampur yang digunakan. Tak boleh menggunakan khamar.

    Titik kritis berikutnya dari coffee mix adalah perisa yang dipakai. Penggunaan perisa yang berbeda, menghasilan varian coffee mix yang beragam pula. Misalnya kopi rasa vanilla, moka, moccachino, toffee, atau capuccino.

     

    Kopi Kemasan

    Selain dalam bentuk serbuk siap seduh, coffee mix juga diproduksi dalam bentuk cair siap minum yang dikemas dalam botol, kaleng, atau kemasan karton beraluminium foil.

    Untuk menghasilkan kopi kemasan dengan konsistensi yang stabil, biasanya perlu ditambahkan bahan penstabil ekstra. Nah, bahan penstabil ini pun bisa jadi tidak halal buat pengopi muslim.

     

    Kopi Kedai

    Ngopi di kedai, bagi sebagian orang, menjadi ritual wajib. Baik kedai tradisional seperti di Aceh, maupun café modern di pusat-pusat kota.

    Prinsipnya sama saja, kalau sudah ada campuran dalam pembuatannya, hidangan kopi harus diwaspadai kehalalannya. Termasuk, konon kabarnya, ada daun ganja yang dicampurkan dalam kopi Aceh. Menurut kaidah fiqih, barang yang memabukkan maka banyak maupun sedikitnya tetap haram dikonsumsi.

    Menu kopi di café modern semacam Starbuck jelas harus lebih dicermati. Misalnya penggunaan emulsifier pada non-dairy krimer nya. Menurut Elvina Rahayu, auditor LPPOM MUI, bahan pengemulsi yang biasa digunakan adalah mono- digliserida yang berkode E-471. Bahan pengemulsi ini bisa berasal dari hewan atau tumbuhan.

    ‘’Kita juga harus waspada jika ngopi di luar negeri, karena tak jarang disajikan
    dengan dicampur minuman beralkohol,’’ Vina yang sering mengaudit ke manca negara mengingatkan.

    Di antara menu kopi manca yang perlu dihindari misalnya Cajun, Danish, Jamaican, Vermont, Tia Maria, dan Spanish Coffee.  â€˜â€™Semua kopi ini mengandung rhum yang termasuk khamar,’’ ungkap Vina. Rhum adalah sejenis minuman keras sekaliber whiskey dengan kadar alkohol tinggi, lebih dari 37%.

    Kopi luar negeri yang juga beralkohol adalah Colonial, Keoki, German Coffee, yang kesemuanya mengandung brandy. Sedangkan English, French, dan Mexican Coffee mengandung kahlua dan London gin. Adapun Irish Coffee mengandung irish whiskey. (nurbowo)

     
    • Adhitya 10:50 on February 26, 2014 Permalink | Reply

      Dear admin,

      Mohon pencerahannya, saya menggunakan biji kopi yang sudah dikemas per kilo nya, kopi ini berasal dari luar indonesia dan tidak terdapat logo halal dikemasannya dan saat saya menanyakan sertifikat halal dari negara asal kepada distributor merekapun tidak memilikinya, yang ingin saya tanyakan apa sudah dapat dipastikan jika biji kopi tersebut halal karena prosesnya hanya seperti yang dijelaskan diatas hanya disangrai? jika saya ingin kedai kopi kami tersertifikasi halal apa bisa biji kopi ini diajukan sebagai bahan mentah seperti halnya cabai, maupun sayuran yang lainnya…?mohon pencerahannya, dan maaf kalau ternyata pertanyaan saya sudah dibahas sebelumnya.

  • adimin 12:01 on August 13, 2013 Permalink | Reply
    Tags: kopi, luwak   

    Kopi Putih Luwak (White Koffie) 

    Kopi putih luwak sudah mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI Jawa Tengah dengan masa berlaku Sertifikat Halal hingga tanggal 29 Desember 2013 dan nomor sertifikat 1512005281211.

    Sumber : http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/1412/30/

    Salinan berita

    Penjelasan LPPOM MUI tentang Kode E471 dalam produk Luwak White Koffie

    Sehubungan dengan semakin maraknya pemberitaan mengenai kandungan E471 pada Luwak White Koffie, maka untuk menghindari kebingungan masyarakat berkaitan dengan hal tersebut, bersama ini LPPOM MUI menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

    1. Luwak White Koffie yang selama ini diberitakan, telah memiliki sertifikat halal LPPOM MUI Provinsi Jawa Tengah, dengan masa berlaku Sertifikat Halal hingga tanggal 29 Desember 2013 dan nomor sertifikat 1512005281211.
    2. Mengenai ingredient yang diduga oleh masyarakat berasal dari Babi adalah emulsifier E471. Kode E sendiri merupakan standar internasional untuk aditif dalam produk pangan (Bahan Tambahan Pangan). Bahan-bahan tersebut dapat berupa bahan pewarna, bahan pengawet, bahan pengasam, bahan pemanis, bahan penstabil, bahan pengemulsi, maupun senyawa antioksidan. Adapun E471 merupakan mono dan diglyceride dari fatty acid yang bisa berasal dari hewani maupun nabati.
    3. Emulsifier E471 yang digunakan Luwak White Koffie merupakan bahan yang terdapat pada krimer sebagai salah satu bahan pada Luwak White Koffie tersebut. Dan Krimer pada Luwak White Koffie tersebut diperoleh dari Krimer yang sudah memiliki sertifikat halal LPPOM MUI Pusat. Bahan tersebut sudah dilakukan pengkajian secara mendalam dan berasal dari bahan nabati yang halal.
    Demikian penjelasan ini disampaikan agar masyarakat memahami dan tidak perlu ragu untuk senantiasa mengonsumsi produk yang telah bersertifikat halal MUI.
    Bogor, 17 April 2013
    Direktur LPPOM MUI
    Ir. Lukmanul Hakim, M.Si
     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel